Wednesday, September 23, 2009

taichou Divisi 9

Kapten Divisi 9: Tousen Kaname Data Pribadi Tanggal lahir: 13 November Tinggi: 176 cm Berat: 61 kg Zanpakutou: Suzumushi Release command: "nake, Suzumushi" Bankai: Suzumushi Tsuishiki - Enma Kourogi Warna bagian dalam haori: jingga kecoklatan Minat: memasak Keahlian: memasak Makanan: ayam yang direbus bersama wortel, dll. Benci acar. Cara melewati waktu luang: dengan aktif berpartisipasi sebagai anggota editorial majalah 'Komunikasi Seiretei' Battle Status Power: 70 Defence: 70 Mobility: 80 Kidou/Reiatsu: 90 Intelligence: 90 Stamina: 60 Dia lebih cocok dengan pertarungan yang melibatkan intelek dan strategi daripada benar-benar bertarung secara murni. Deskripsi Karakter Divisi 9 tidak hanya bertanggung jawab untuk pertahanan di Seiretei, namun mereka juga adalah tim editorial bagi majalah 'Komunikasi Seiretei'. Pada saat ini, dengan lokasi Tousen-taichou yang tidak diketahui, Hisagi-fukutaichou mengambil alih segalanya di divisi yang sebelumnya merupakan tanggung jawab kaptennya. Seorang petarung yang kehilangan penglihatannya, yang tidak menyukai pertarungan dan pertikaian dan hanya menginginkan perdamaian dunia serta stabilitas. Baginya, orang-orang yang menganggu perdamaian di dunia... tidak bisa dimaafkan. Special Information (Top Secret) Divisi 9 mengambil alih aspek seni literatur dan mengurus setiap publikasi 'Komunikasi Seiretei', dengan Tousen sebagai Kepala Editor. Dia sendiri menulis suatu serialisasi bernama "Jalan Keadilan". Dengan kekuatannya sebagai Kepala Editor, tidak masalah baginya bila artikelnya akan diterima dengan baik atau tidak, tetap saja tulisannya akan dimuat di publikasinya tanpa dipertanyakan lagi. Walaupun artikelnya selalu berhubungan dengan tema yang paling dia cintai, seperti "Apa itu Keadilan?", akhir-akhir ini minatnya terfokus pada resep masakan, dengan salah satu artikel terbarunya bernama "Resep Keadilan" dipublikasikan. Artikel tersebut disambut dengan amat hangat di kalangan shinigami wanita dan popularitasnya melesat tinggi karena itu.

No comments:

Post a Comment